Sering Lakukan Perjalanan Lewat Udara? Hidari Pemakaian 4 Obat Ini

[caption id="attachment_10961" align="alignnone" width="800"] Obat yang harus dihindari sebelum naik pesawat terbang (Foto:Travelleisure)[/caption]

KETIKA melakukan perjalanan baik darat, udara, maupun laut, kebiasaan yang paling sering dilakukan kebanyakan orang adalah meminum obat-obatan. Obat-obatan tertentu mungkin memberikan kelegaan sementara, namun ternyata memiliki efek jangka panjang yang buruk.

Menurut apoteker Nial Wheate dalam artikel 'The Conversation' mengatakan bahwa mengonsumsi obat tertentu saat melakukan perjalanan udara dapat membahayakan kesehatan Anda. Seperti dilansir Independent, berikut beberapa obat-obatan yang harus Anda hindari sebelum melakukan penerbangan

Obat Berbasis Hormon

Dalam perjalanan udara, ketidaknyamanan sering terjadi karena kadar oksigen yang lebih rendah dari biasanya dan membuat Anda mudah mengalami dehidrasi karena kurangnya kelembapan udara. Kondisi di dalam pesawat terbang juga dapat meningkatkan risiko Deep Vein Thrombosis (DVT), yaitu jenis pembekuan darah yang terjadi pada pembuluh darah sekitar tubuh dan sering terjadi pada bagian kaki.

Kemungkinan meningkatnya penggumpalan darah pada penerbangan adalah sekitar 1 dari setiap 5.944 penerbangan sehingga risikonya sangat kecil. Tapi, perlu diingatkan kembali bahwa obat-obatan yang berbasis hormon bisa meningkatkan risiko ini, seperti pil kontrasepsi untuk wanita.

Wheate mangatakan bahwa jika Anda berisiko tinggi mengalami kejadian ini, maka obat anti-platelet bisa menjadi pilihan yang tepat, seperti warfarin atau aspirin.

2. Obat Tidur

Pil tidur memang menjadi pilihan populer untuk membuat Anda tertidur selama perjalanan udara yang terkadang membutuhkan waktu sangat lama. Namun sayangnya, pil ini ternyata bisa meningkatkan risiko DVT karena menurunkan kadar oksigen dalam darah. Para perokok, orang gemuk, wanita hamil, atau mereka yang baru saja menjalani operasi dianggap paling berisiko terhadap DVT.

Wheate menuliskan bahwa beberapa orang memilih antihistamin daripada pil tidur karena dapat memberikan efek mengantuk. Orangtua bahkan sering memberikan obat ini untuk anak-anak mereka selama perjalanan.

Namun sebenarnya, obat ini sangat tidak disarankan karena terkadang memberikan efek sebaliknya, yaitu membuat anak menjadi hiperaktif. Obat ini mungkin juga menyebabkan pernapasan tertekan karena mendapatkan oksigen yang lebih rendah.

4. Obat Anti Kecemasan

Bagi orang yang benci dengan perjalanan udara terkadang akan diberi resep obat anti kecemasan. Dalam sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Behavior Research and Therapy menemukan bahwa orang yang menggunakan obat anti kecemasan mungkin merasa santai secara psikologis. Namun secara fisiologis, tingkat jantung dan pernapasan mereka menjadi jauh lebih tinggi

(ndr)

Sumber: https://lifestyle.okezone.com/read/2018/01/23/406/1849176/sering-lakukan-perjalanan-lewat-udara-hidari-pemakaian-4-obat-ini

 

Comments

Popular posts from this blog

Akibat Makan Keripik Maicih Pedas Bagi Wanita dan Pria

Penasaran Sama Basreng Lezat yang Renyah dan Gurih

4 Soto Paling Enak di Blitar Yang Wajib Kamu Cicipi